Teks: Jefri Davidson Amakia
Foto: Jefri Davidson Amakia dan Kareliezer Daud Candra Giawa
Penulis: Jefri Davidson Amakia | 28 Oktober 2025
“Abang, kalau kami tidak memiliki kenalan dan kelompok sendiri, kami tidak bisa minta bibit di orang di atas (pemerintah),” ujar Obed, pemuda Kampung Adat Sodan. Ia membayangkan jika nanti Hakola Huba tidak ada lagi di Sodan, ia dan teman-teman ingin tetap bisa berkumpul, mendapatkan informasi, mengikuti berbagai pelatihan, dan mengakses hak sebagai warga negara. Inilah yang melatari pembentukan kelompok pemuda di Kampung Sodan.
Pada hari Kamis, 26 Juni 2025, akhirnya lahirlah kelompok pemuda yang diidamkan. Di uma hakola huba, 10 pemuda dan pemudi Sodan berkumpul dan mendiskusikan struktur organisasi secara detail. Sebagian mereka adalah peserta program litearsi dasar di Hakola Huba, ada yang putus sekolah formal, ada juga yang pulang dari perantauan dan memilih untuk menetap di kampung. Para rato atau tetua adat, mama-mama, dan pemuda saling memberi masukan dan mendiskusikan struktur, nama, serta slogan kelompok pemuda.
Untuk memilih ketua, dilakukan pemungutan suara terbuka. Setiap orang punya hak untuk memilih dan dipilih. Akhirnya, Gerson Dewa Ngogu diamanatkan sebagai ketua kelompok, Titus Pote sebagai sekretaris, dan Nona Lero sebagai bendahara.
Ada dua usulan nama kelompok, yakni “Mata Wehawai” yang berarti mata air dan yang akhirnya dipilih adalah “Hangada Waige” yang berarti berpikir untuk masa depan. Mereka juga menetapkan slogan “hakka tana ba ruta” yang berarti kalau ingin berhasil, harus berusaha dulu. “Kita mulai dari bawah dulu dengan gali tanah, cabut rumput, setelahnya kita akan panen bahagia,” kata mereka.
Pada malam itu, dibicarakan juga rencana kegiatan bersama Hakola Huba seperti studi banding, pembuatan pupuk organik, kebun percontohan, dan identifikasi benih lokal. Di balai sederhana uma hakola itu, para rato dan mama dengan penuh perhatian mengantar harapan bagi anak-anak mereka yang sedang belajar berorganisasi agar dapat menjadi motor penggerak di komunitas.
Selamat Hari Sumpah Pemuda! - Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak, karena fungsi hidupnya hanya beternak diri (Pramoedya Ananta Toer). Tabik!